Bertahan dan Menahan

Menurutku dua faktor yang seringkali dilupakan oleh banyak orang dalam menjalani hidup ini adalah kemampuan bertahan dan menahan. Padahal jika dua keterampilan itu diamalkan secara baik maka niscaya banyak hal yang bisa diraih dengan lebih mudah, dibandingkan kalau kurang atau tidak mengamalkan keterampilan itu.

Kata siapa?. Kataku, ini klaim dan pendapatku saja sih.


Mungkin dari teman-teman ada yang masih bingung, kan bertahan dan menahan sama aja kak?, bedanya apa yah?. Memang terlihat sama sih, namun sebenarnya ada perbedaan yang sangat tipis diantara dua kata tersebut.

Bertahan adalah kondisi dimana seseorang mampu tetap tegar walau digempur berbagai macam hal dari luar dirinya (faktor eksternal).

Menahan adalah kondisi dimana seseorang sebenarnya dapat atau mampu melakukan suatu hal namun seseorang tersebut memilih untuk tidak melakukannya.

Ini menurut saya loh definisinya, bukan menurut ahli.

Saya contohin deh

Apa-apa yang disebut bertahan, sebagai berikut:

  • Bertahan dari rasa kantuk ketika belajar
  • Bertahan dari tuntutan pekerjaan yang makin mengikat
  • Bertahan dari rasa capek dan lelah
  • Bertahan menghadapi penolakan
  • Bertahan dari rasa malas
  • Bertahan dari godaan

Sedangkan apa-apa yang disebut menahan, sebagai berikut:

  • Menahan untuk tidak pamer
  • Menahan untuk tidak Riya
  • Menahan untuk sok mengajari
  • Menahan untuk berbicara
  • Menahan untuk berdiam diri dirumah
  • Menahan untuk tidak berghibah
  • Menahan untuk tidak melawan

Kenapa hal itu penting?

Emm gimana yah, coba deh aku contohin: misal kamu ingin jadi seorang penulis tapi enggak mau bertahan dari rasa malas, rasa bosan dan rasa capeknya menulis setiap hari. Bagaimana bisa coba jadi penulis yang baik dan dapat menciptakan karya-karya yang hebat kalau bertahan dari serangan itu aja tidak bisa?.

Misal juga nih kalau kamu sudah menjadi penulis yang tenar apakah sikap pamer, riya atau sombong dengan prestasi bisa disebut baik dan bijak?. Tentu tak elok bukan?. Hal yang bisa dilakukan adalah tetap sederhana, rendah hati dan tetap membumi yang artinya menahan gejolak untuk tidak seperti itu. Sekali lagi tak elok bukan?.

  • Ingin menjadi musisi?
  • Ingin menjadi pelukis?
  • Ingin menjadi politikus?
  • Ingin menjadi pengusaha sukses?
  • Ingin jadi karyawan yang baik?

Selain semangat yang tinggi untuk keinginan tersebut, tentu diperlukan juga keterampilan untuk bertahan dan menahan secara maksimal kan?.

Dalam pertandingan sepakbola tidak semuanya hanya soal menyerang, namun juga soal bertahan dan menahan.

Jadi saat ini sedang bertahan dan menahan perihal apa?

Terima kasih telah membaca

–Adisriyadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s