Berhenti langganan Netflix

Akhirnya mutusin untuk tidak berlangganan netflix lagi dengan dalih utama yaitu ketidaktersediaan waktu untuk menonton film atau serial didalamnya. Sebenarnya bukan itu juga sih, kalo pun aku banyak menonton film atau serial di Netflix buat apa juga?. Kritikus film kagak atau hidup dunia perfilman/series juga kagak. Malah lebih utamanya menjauhkan diriku terhadap apa yang sebenarnya aku ingin lakukan. Seperti contoh menulis blog dan membaca bahan bacaan yang diminati lebih banyak.

Sebenarnya dua bulan lalu aku sudah memutuskan untuk berhenti berlangganan netflix. Dan memang sudah menyatakan diri secara resmi untuk berhenti dengan klik tombol berhenti berlangganan pada akun. Namun entah tak tahu sebabnya apa, tiba-tiba aku menerima notifikasi via email yang menyatakan perpanjangan ulang langganan netflix. Kan kampret yah bisa gitu. Dan karena WFH kesibukannya cuman dikos aja. Maka yasudahlah itung-itung penglipur lara ditengah stay at home (kos) selama pandemi.

Namun akhirnya aku kembali ke pemikiran awal dua bulan setelahnya (yaitu minggu-minggu ini). Aku berfikir kalau terus-terusan nonton film seperti ini bakal nggak baik bagi kehidupanku kedepan. Memang sih aku beralih ke langganan paling murah (49.000) per bulan. Tapi tetep saja kalo gak digunain secara maksimal percuma, begitu pun jika digunakan secara maksimal juga percuma. Yang paling kubenci adalah fakta bahwa menggunakan netflix itu mudah dan murah karena bisa akses banyak film.

Sebenarnya netflix saat ini adalah gurita raksasa masalah bagiku. Perlu digaris bawahi, bagiku ya. Karena setiap orang pasti beda dalam menanggapi, malah ada yang berfikir positif. Sah-sah saja sih dan memang demikian. Aku pun juga tak menampik kalau nantinya bisa berlangganan netflix kembali kalo memang butuh pake banget. Lanjut ke topik yah, bagiku pikiran manusia selalu mencari cari kegiatan lainnya ketika kegiatan satu tidak dilakukan atau hilang. Begitu juga dengan ketiadaan netflix dalam kehidupanku saat ini. Bukannya menghabiskan waktu untuk kegiatan produktif aku malah beralih menonton youtube dan bisa menghabiskan banyak waktu disana. Ya salaaam.

Ya kuaki aku gampang banget bersikap impulsif dan bukannya proaktif dalam menyikapi kekosongan waktu. Namun tentu aku akan belajar terus menerus untuk tetap proaktif dalam menyikapi ketersediaan waktu.

Namun aku tetap bersyukur karena aku tidak lagi berlangganan netflix. Aku jadi bisa mengklaim waktuku kembali. Walaupun masih banyak halangan atau distraksi seperti youtube dan sebagainya yang memberondong masuk untuk menjadi kegiatan baru tidak produktif (jika dilakukan terus menerus).

Aku ingin ketersediaan waktuku tersebut digunakan untuk hal-hal produktif seperti menulis, membaca dan aktivitas bermanfaat lainnya.

Kalo itu detox, kenapa enggak segera dibuang sih. Pikirku gitu. Bukan hanya Netflix sih, kedepan tentu akan banyak yang aku tackle atau get rid off. Tunggu aja

Terima kasih yah telah membaca

Adis Riyadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s