Akses Mudah

Akses yang mudah atau gampang dapat membuat seseorang mau bergerak menuju/melakukan sesuatu dibandingkan akses yang sulit dan kompleks. Sepertinya sepele namun dalam kehidupan yang disepelekan itulah yang membuat “kita” seringkali menunda atau barangkali tidak melakukan apa-apa hanya gara-gara akses sulit, ribet dan semacamnya itu.

Dalam perjalanan ke pasar menjemput ibu pulang aku melihat diseberang jalan tepatnya disebuah polder yang baru diresmikan 1-2 tahun banyak orang yang melakukan aktivitas produktif. Tentu polder bukan hanya difungsikan sebagai tempat pengendali air disuatu wilayah namun juga “nyempil” tempat lainnya seperti taman disekelilingnya atau area jogging trek. Kebetulan yang kulihat kemarin arena jogging trek disekeliling polder tersebut. Entahlah itu disediakan sebagai jogging trek atau enggak namun bisalah dibuat keliling untuk sekedar lari atau jogging. Aku membatin dulu gak gini amat deh, dulu dikit banget yang jogging didaerah sini.

Polder Tawang. Foto diambil dari https://www.flickr.com/photos/thisisinbalitimur/37340278996

Dulu aku sering jogging, tepatnya pada pagi hari. Disitu seringnya aku sendiri yang kelihatan dan jarang sekali melihat yang lain ikut berjogging. Yang anehnya lagi, sedang capek-capeknya jogging dipinggir jalan dipanggil dari belakang oleh temen atau tetangga yang naik motor, buat ikutan sekalian naik. Dikiranya apa yah, kan niatnya memang capek-capek gitu biar sehat badan nantinya. Bener-bener dah aktivitas jogging kala itu masih sangat tidak familiar didaerahku.

Dan ketika aku melihat di polder banyak orang berjogging ria, aku jadi senang. Karena tentu tingkat kesehatan masyarakat sekitar bertambah dan itu dasar yang baik buat kehidupan masing-masing yang melakukannya. Walaupun aku yakin beberapa orang kesitu barangkali ikut-ikutan atau hanya sekedar foto-foto instagramable. Yang niat buat jogging barangkali sedikit. Tapi itu lebih baik karena dari situlah budaya baik itu muncul yaitu budaya sehat dengan cara berjogging ria.

Ini juga berlaku di CFD. CFD menurutku sudah menjadi bagian hari minggu dibanyak kota di Indonesia. Tiap minggu ada aja jalan yang disekat untuk kendaraan bermotor lewat dan dibuat untuk orang-orang dapat berkerumun bersama, entah itu melakukan aktivitas produktif atau sekedar kongkow dipagi hari bersama keluarga/teman.

Tentu itu bagus dalam artian memudahkan masyarakat dalam “mengakses” sesuatu. Seperti jogging dipagi hari dijalanan tanpa kendaraan; bersepeda bersama teman/ kelurga; icip-icip kuliner pagi diarea CFD; atau hanya sekedar kongkow dengan temen. Itu semua dimudahkan karena adanya CFD. Tentu ada area yang lain yang memudahkan juga untuk “mengakses” aktivitas itu. Namun disini kucontohkan CFD. Bayangkan kalo tempat semacam CFD enggak ada, apakah orang-orang dapat “mengakses” aktivititas tersebut secara sama?. Barangkali ia, namun bisa jadi bentuknya berbeda atau jumlah yang melakukan aktivitas tersebut menurun drastis.

Dari sisi kehidupan dirumahpun juga sama. Seperti contoh Ibu beli 1 buah semangka utuh, namun karena kesibukkan ibu selepas jualan dipasar, buah semangka itu hanya digeletakkan saja didapur dan sering tak disentuh berhari-hari. Aku yang melihat semangka tersebut tergeletak males buat makan. Namun ketika semangka sudah diiris tipis-tipis dan diletakkan dikulkas, aktivitas makan semangka pun jadi ada. Terlepas dari faktor niat dan tidak ada niat makan semangka, akses membuat semuanya dapat bergerak menuju dengan mudah.

Itu kenapa pemerintah gencar membuat kebijakan-kebijakan investasi yang mempermudah para investor luar negeri menanamkan modalnya ditanah air ini. Walaupun tentu kebijakan tersebut bisa jadi menimbulkan sisi negatif juga dari pelaku bisnis lokal di Indonesia akan adanya praktek monopoli investor luar negeri atau lainnya.

Yang jelas akses yang mudah membuat seseorang/kelompok dapat menuju dengan mudah

Agak sepele memang tulisanku ini, namun bagiku dampaknya gak sesepele itu. Meletakkan air minum di samping laptop (meja kerja) ketika sedang bekerja dapat membuat aktivitas minum lebih tinggi dari biasanya jika dibanding gak ada air minum disamping meja kerja; Meletakkan barang-barang pada tempatnya dapat membuat aktivitas dirumah atau kamar kos jadi makin mudah; Atau mempersiapkan segala sesuatu ketika memulai kerja juga akan meningkatkan produktivitas dalam bekerja

Jadi apa yang ingin dipermudah minggu-minggu ini?

Terima kasih telah membaca yah.

–Adisriyadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s