Senyum yang dituntut

Apakah senyum itu benar-benar apa yang sebenarnya dirasai dan bukan sebagai ajang tuntutan sosial?.

Banyak orang terlihat ramah dan banyak orang juga mengaku bahagia. Namun apakah benar demikian?.

Temanku pernah berkata “senyum anak-anak itu tak ada yang lain selain bentuk pancaran dari hatinya itu. Bukan maksud berpolitik, bersosial, berstrategi dan macam rupa lainnya. Namun ketika dewasa, anak-anak beranjak diajari keuntungan-keuntungan dari itu hingga ia lupa pancaran dari hatinya yang dulu”.

–Adisriyadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s